Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja adalah salah satu bangunan bersejarah di Yogyakarta terutama di lingkungan Kraton Jogja. Karena salah satu tempat yang dibangun oleh pendiri Yogyakarta bersamaan dengan pembangunan Kraton.

Selain itu objek wisata ini merupakan tempat wisata favorit para wisatawan domestik maupun mancanegara ketika mereka menghabiskan waktu liburannya di Jogjakarta.

Nilai historis, mitos-mitos yang berkembang serta kemegahan bangunan dari situs sejarah yang dinyatakan sebagai salah satu dari 100 Warisan Budaya Dunia ini menjadi hal yang paling diburu oleh wisatawan.

Terbukti dari banyaknya spot-spot lokasi didalamnya yang bisa dijadikan tempat berfoto yang Instagramable.

Sehingga tak salah jika Anda memasukkan Taman Sari Kraton Yogyakarta ini sebagai salah satu tujuan wisata Anda ketika berada di Jogjakarta.

Yuk, kita cek ada apa saja di Taman Sari Jogja ini..

Informasi Taman Sari

Jam Buka09.00 – 15.00 WIB
Harga Tiket MasukRp. 5.000
AlamatJl. Komplek Taman Sari, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55133
Online MapsKlik Disini

Sejarah Taman Sari

taman sari jogja denah
Denah Taman Sari Jogja. Foto By Kratonjogja.id

Tamansari yang artinya taman / kebun yang indah, pada masanya merupakan kebun atau taman dari Keraton Yogyakarta. Dengan luas lebih dari 10 hektar dan memiliki 57 bangunan didalammya.

Bangunan Tamansari ini juga merupakan bangunan yang pertama-tama dibangun bersamaan dengan pembangunan Kraton pada awal-awal keberadaan Kasultanan Yogyakarta.

Fungsi utamanya sebagai tempat peristirahatan, tempat bermain dan rekreasi bagi keluarga Kraton. Taman ini secara efektif digunakan antara tahun 1765 sampai 1812.

Dibangun dan didesain oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I, dengan diarsiteki oleh seorang berkebangsaan Portugis, bernama Demang Tegis.

Pembangunannya dimulai pada tahun 1758 M dan diselesaikan pada tahun 1765 M. Sebagai pimpinan proyek pada awalnya dipimpin oleh Tumenggung Mangundipuro, kemudian karena mengundurkan diri maka digantikan oleh Pangeran Notokusumo.

Istana Air (Water Castle) merupakan julukan khas Taman Sari, karena tempat ini dibangun diatas mata air atau umbul (istilah jawa) yaitu Umbul Pacethokan. Sehingga banyak kolam-kolam air dan unsur-unsur air yang mengelilinginya.

Juga sering disebut The Fragrant Garden atau Kebun yang wangi, karena banyak pohon-pohon dan bunga-bunga harum yang ditanam disekitar bangunan Tamansari.

Namun seiring berjalannya waktu hingga kini, banyak bagian-bagian bangunan yang sudah hilang dan diganti dengan pemukiman penduduk.

Hal ini terjadi karena banyak bangunan yang rusak dan runtuh karena agresi militer Inggris tahun 1812, dan juga akibat gempa besar yang pernah menimpa Jogjakarta pada tahun 1867. Beberapa bangunan yang tidak bisa diselamatkan akhirnya menjadi pemukiman penduduk dan sisanya saat ini menjadi objek wisata yang bisa kita kunjungi.

Bangunan-bangunannya khas jaman dulu serta bergaya Eropa, berdinding tinggi dan tebal. Diantaranya banyak berupa gedung besar, jembatan gantung, kolam pemandian, danau buatan, kanal-kanal air, pulau buatan, lorong bawah tanah, serta masjid.

Dengan melihat sekilas beberapa bangunan didalamnya, maka sangat pas jika tempat ini pada zaman dahulu digunakan sebagai tempat peristirahatan yang sempurna untuk para keluarga Kraton Yogyakarta pada saat itu.

Di saat yang lain, komplek ini juga difungsikan sebagai tempat bertahan dari serangan musuh dan juga sebagai tempat ibadah (masjid) tebukti dari beberapa bangunan yang fungsinya mengarah ke fungsi tersebut.

Beberapa kali komplek ini telah dilakukan revitalisasi hingga saat ini, meskipun memang tidak bisa mengembalikan secara sempurna, namun kita masih bisa menikmati keindahan dan kemegahannya dari situs yang masih tersisa.

Baca Juga: Goa Pindul Jogja

Obyek Wisata

Beberapa obyek wisata yang ada di dalam Komplek Wisata ini antara lain:

1. Gapura Hageng / Gapura Agung

Gapura Agung dahulu merupakan pintu masuk utama menuju bagian dalam Taman Sari. Berhiaskan relief Bunga dan Burung. Gapura Hageng ini terletak di bagian barat dari komplek.

2. Pulo Kenanga

Disebut Pulo Kenanga karena terdapat pulau buatan yang dikelilingi tanaman kenanga. Pulau ini berada di tengah-tengah segaran atau laut buatan.

Bangunan ini merupakan bangunan tertinggi di komplek ini dengan 2 lantai, sehingga kita bisa melihat sebagian kawasan kraton dari atasnya.

Pada masanya tempat ini sering digunakan untuk bermain air atau bermain sampan oleh para kerabat Kraton. Saat ini lokasi segaran telah berubah menjadi Pasar Ngasem dan pemukiman penduduk.

Pulau Kenongo inilah yang nampak dari kejauhan jika kita datang dari arah Malioboro. Tempat inilah yang mengalami rusak paling parah saat kejadian gempa tahun 1867M. Hingga saat ini kita hanya bisa menikmati sisa-sisa keindahannya.

pulo kenanga
Pulo Kenangan tahun 1859 M
taman sari jogja pulo cemeti
Pulo Kenanga atau Pulo Cemeti saat ini

3. Sumur Gumuling

sumur gumuling
Sumur Gumuling. @iwanamaco

Sumur Gumuling ini pada awalnya berfungsi sebagai masjid bagi keluarga keraton saat beristirahat di komplek ini. Dan masjid bawah tanah ini hanya bisa dituju dengan melewati lorong atau terowongan bawah air.

Ditengah bangunan terdapat anak tangga dari empat arah berbeda yang menyatu ditengahnya, dan dari tengah ada tangga yang menuju ke lantai 2. Di pertemuan ke empat tangga tersebut ada kolam kecil difungsikan untuk berwudhu.

Di tempat inilah spot terbaik untuk berfoto, karena keindahan arsitekturnya yang unik. Dan biasanya Anda harus mengantri untuk bisa foto di tempat ini.

masjid sumur gemuling
Masjid Sumur Gemuling

4. Pasiraman Umbul Binangun

umbul binangun
Pasiraman Umbul Binangun. Foto: myjogja

Pasiraman artinya tempat mandi. Lokasi ini merupakan tempat pemandian bagi Sultan, istri-istri, dan puteri kraton. Dan dikelilingi tembok yang tebal dan tinggi.

Ada tiga buah kolam yang masing mempunyai fungsi dan kegunaan, masing-masing mempunyai mata air berbentuk jamur.

Umbul Panguras, sebagai kolam pemandian khusus bagi Sultan. Umbul Pamuncar, berfungsi sebagai tempat pemandian bagi para istri dan selir-selir raja. Umbul Kawitan, difungsikan sebagai tempat pemandian putri-putri Sultan.

5. Gapura Panggung

gapura panggung
Gapura Panggung Taman Sari. Foto wikimedia.org

Gapura Panggung terletak di sebelah timur dari Pasiraman Umbul Binangun. Pada bagian atas gapura ini terdapat panggung yang digunakan oleh Sultan untuk mendengarkan gamelan saat beristirahat yang bisa dicapai melalui tangga yang berada disisi-sisi gapura.

Saat ini gapura inilah yang menjadi pintu masuk utama obyek wisata Taman Sari.

Dan masih banyak lagi bangunan-bangunan dari kawasan wisata ini.

Harga Tiket Masuk & Jam Buka

Wisata Taman Sari Jogja dibuka untuk umum setiap hari pada jam 09.00 – 15.00 WIB. Dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 5.000.

Sangat terjangkau untuk Anda bisa mendapatkan banyak sekali informasi sejarah tempo dulu, dan juga tempat-tempat menarik didalam Komplek ini.

Atau Anda juga bisa menyewa Tour Guide atau Pemandu Wisata yang sudah disediakan oleh pengelola dan sudah berpengalaman serta bersertifikasi dari Kraton Jogja untuk menjelaskan kepada Anda secara detail sejarah serta fungsi dari masing-masing bangunan, sehingga Anda juga akan mendapatkan wisata edukasi dengan berkeliling bersama pemandu wisata.

Untuk jasa pemandu wisata ini bisa didapatkan dengan harga Rp.25.000.

Alamat Taman Sari Jogja

Taman ini beralamatkan di Jalan Komplek Taman Sari, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55133.

Jika Anda berada di kawasan Malioboro, Anda hanya tinggal lurus ke arah Selatan, menuju arah Kraton Jogja, dan ke arah Pasar Ngasem. Letak lokasi berada di sebelah selatan Pasar Ngasem.

Atau bisa dengan menggunakan transportasi Becak Tradisional dengan harga Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000.

Nah, gimana? Tertarik untuk mengunjunginya?

 

Leave a Comment