Kota Lama Semarang

Jika Anda mencari wisata dengan kisah-kisah jaman tempo dulu saat Indonesia masih dibawah kekuasaan Belanda, maka Kota Lama Semarang salah satu destinasinya.

Setelah mengalami revitalisasi pada tahun 2017 yang lalu, sekarang tempat wisata ini jauh dari kesan kotor, kumuh dan tidak terawat serta menjadi lokasi wajib didatangi ketika ada di Semarang.

Bangunan-bangunan kuno bergaya eropa masih berdiri kokoh dan menjadi ciri khas. Corak sentuhan arsitektur Belanda kuat melekat di setiap bangunan, hingga banyak yang menjulukinya sebagai Little Netherland.

Di kawasan inilah, kita bisa merasakan atmosfer zaman dulu semasa kolonial belanda dengan banyaknya bangunan yang dibangun kira-kira tahun 1700an.

Yuk cek dulu informasinya..

Informasi

AlamatJl. Letjen Suprapto, Tanjung Mas, Kota Semarang Utara, Jawa Tengah 50174
Harga Tiket MasukFree
Jam Buka24 Jam
Online MapsKlik Disini
Gedung Jiwasraya Kota Lama
Gedung Jiwasraya Kota Lama. Foto: Flicr.com

Sejarah Kota Lama Semarang

Sejarah bermula saat Kerajaan Mataram dan VOC mengadakan penandatanganan perjanjian pada tanggal 15 Januari 1678.

Raja Amangkurat II sebagai penguasa Mataram menyerahkan wilayah Semarang kepada VOC sebagai imbalan karena telah membantu dalam menghabisi pemberontakan Trunojoyo.

Setelah Semarang berada dalam kekuasaan penuh VOC, maka dimulailah pembangunan kota ini. Dengan dibangunnya sebuah benteng bernama Vijfhoek, yang digunakan sebagai pemukiman warga Belanda. Serta dibangun pula pusat militer yang berada di Taman Srigunting.

Dengan perkembangan kota yang semakin pesat dan bertambahnya kepadatan penduduk kala itu, maka benteng-benteng yang mengelilingi kawasan inipun dibongkar.

Dan untuk mengenang keberadaannya maka beberapa jalan diberi nama Westerwaalstraat (Jl. Tembok Barat, sekarang Jl. Mpu Tantular), Zuiderwalstraat (Jl. Tembok Selatan, sekarang Jalan Kepodang), Oosterwalstraat (Jl. Tembok Timur sekarang Jl. Cendrawasih), dan Noorderwalstaat (Jl. Tembok Utara, sekarang Jl. Merak)

Pada masanya Kota Lama adalah pusat perdagangan dan pemerintahan pada abad ke 19. Saat Belanda masih menduduki Indonesia terutama Jawa Tengah. Sehingga area ini juga biasa disebut dengan Kota Tua, dan inilah cikal bakal ibukota Jawa Tengah.

Luas kawasan ini sekitar 31 hektar. Saat ini kurang lebih ada sekitar 50 bangunan tua yang masih berdiri dengan kokoh, sebagian masih difungsikan sebagai gereja, museum, cafe-cafe, galeri dan pusat kuliner.

Kota ini pada awalnya didesain mirip dengan sebuah kota yang ada di Belanda, dengan lokasinya yang dikelilingi kanal-kanal ciri khas kota di Belanda, maka sering mendapat julukan Little Netherland.

Dengan pusat kotanya berada di Taman Srigunting, yang bersebelahan dengan Gereja Blenduk. Taman yang pada masanya menjadi lapangan untuk parade militer Belanda.

Layaknya bangunan kuno pada umumnya, bangunan di tempat wisata ini kental dengan detail ornamen khas bergaya Eropa, seperti dinding yang tebal dan tinggi, jendela-jendela yang lebar, kaca-kaca jendela berwarna, hingga adanya ruang bawah tanah.

Beberapa bangunan saat ini masih berfungsi dan yang lainnya hanya tinggal cerita.

kota lama
Gambar Kota Lama Semarang. Foto: instagram.com/kotalamasmg

Daftar Bangunan Tua di Kota Lama

Gereja Blenduk

Berlokasi tepat disamping Taman Sri Gunting. Bangunan yang menjadi ikon dari kawasan Kota Lama ini dibangun pada tahun 1753, pada zaman pendeta Johanennes Wihelmus Swemmelaar.

Merupakan bangunan tertua di obyek wisata tersebut dan juga gereja tertua di Jawa Tengah. Dahulu bernama Nederlandsche Indische Kerk atau Gereja Protestan Indonesia Barat Immanuel.

Pada awalnya bangunannya berbentuk Joglo. Nama Blenduk sendiri dilatar belakangi saat renovasi tahun 1894, yang mengubah bentuk Joglo menjadi cembung, yang dalam bahasa jawa disebut mblenduk.

gereja blenduk semarang
Gereja Blenduk. Foto: instagram.com/kotalamasmg

Gedung Marba

Gedung ini terletak di seberang Taman Srigunting, merupakan salah satu bangunan tua di kawasan ini. Dibangun pada abad ke 19, dengan ketebalan dinding sekitar 20cm.

Dibangun oleh seorang saudagar kaya kala itu dan warga negara Yaman, bernama Marta Badjunet. Hingga nama Marba diabadikan dari nama depan saudagar tersebut. Dahulu gedung ini digunakan untuk kantor pelayaran dan ekspedisi kapal laut.

gedung marba
Gambar Gedung Marba. Foto: instagram.com/kotalamasmg

Gedung Jiwasraya

Gedung yang pernah digunakan sebagai Kantor Balaikota ini dibangun pada tahun 1916 oleh Ir. Karsten, seorang arsitek kenamaan pada zamannya berkebangsaan Belanda.

Lokasinya terletak di depan Gereja Blenduk. Bangunan cagar budaya bergaya Eropa ini masih kokoh berdiri, terawat. Dan saat ini difungsikan sebagai Kantor Asuransi Jiwasraya.

Gedung Marabunta

Dahulu orang-orang belanda sering menghabiskan akhir minggu nya dengan menonton berbagai pertunjukan, opera, musik, tarian ballet, dan pertunjukan lainnya. Dan salah satu tempat pertunjukannya diadakan di Gedung Marabunta.

Gedung ini dibangun tahun 1854, dengan ciri khas bangunan berupa dua buah semut merah besar di bagian atas depan bangunan, sebagai tanda ketika orang jaman dulu mencari gedung ini.

Lokasinya berada di Jalan Cendrawasih 23

Pabrik Rokok Praoe Lajar

Terkenal dengan julukannya sebagai Rokonya Para Nelayan, aktivitas pabrik rokok ini masih berjalan hingga saat ini.

Terletak di Jalan Merak, sebelah barat dari Taman Sri Gunting dan Gereja Blenduk, gedung ini pada masanya digunakan sebagai kantor perusahaan energi swasta yang mengembangkan jaringan listrik di Hindia Belanda.

Rokok Praoe Lajar (Perahu Layar) sendiri adalah brand rokok lokal asli semarang, dengan loyal market didaera pekalongan, pemalang, brebes, tegal dan sekitarnya

Spot Wisata

Sisa-sisa kemegahan dan keindahan masa lalu dari kawasan Little Netherland ini masih bisa kita nikmati saat ini, bahkan pemerintah Kota Semarang sendiri selalu berusaha mempercantik Heritage Kota Lama ini. Beberapa diantaranya yaitu:

Taman Srigunting

Taman yang terletak di sebelah timur dari Gereja Blenduk ini pada masanya digunakan sebagai tempat parade militer tentara Belanda. Taman ini merupakan ruang teduh di kawasan Kota Lama, dan memiliki 4 pohon yang cukup rindang.

Akar Pohon Merambat

akar pohon kota lama
Akar Pohon. Foto: instagram.com/kotalamasmg

Akar pohon berukuran besar ini salah satu spot foto yang instagramable dan diburu. Akar yang merambat dan menempel bangunan ini unik karena dari pohon yang usianya sangat tua.

Semarang Contemporary Art Gallery

Sering disebut pula Galeri Semarang atau Galsem. Lokasinya tak jauh dari Gereja Blenduk dan Taman Srigunting.

Menempati bangunan tua yang berlantai 2. Meskipun menempati bangunan tua namun tempat ini didesain ulang dengan nuansa kekinian. Berisi lukisan-lukisan dan patung-patung unik.

Pasar Klitikan Kota Lama Semarang

Pasar yang terletak di jalan Garuda ini menjual barang-barang antik, dan menjadi pasar tujuan bagi para pecinta atau kolektor barang-barang kuno. Dari mulai mata uang, lukisan, televisi,radio, perangko, dan aneka barang antik lainnya.

Old City 3D Trick Art Museum

Museum yang baru dibuka pada tahun 2016 ini dulu digunakan untuk menyimpan barang-barang kuno, sehingga mungkin sangat membosankan dan kurang mearik.

Namun sekarang telah disulap menjadi wisata Omah Kwalik Semarang. Semua obyek menampilkan efek tiga dimensi yang bisa membuat lukisan dan patung terasa nyata.

Memiliki lebih dari 100 koleksi gambar 3D dengan berbagai tema, mulai dari kartun, film, gedung terkenal, dan lainnya.

Anda bisa meminta bantuan staf museum untuk membantu mendapatkan hasil foto-foto yang unik.

Dream Museum Zone (DMZ)

Tidak berbeda jauh dengan Omah Kwalik. Dream Museum Zone termasuk wisata terbaru dengan memiliki koleksi obyek 3D yang variatif dari berbagai tema.

Tiket Masuk Kota Lama Semarang

Untuk bisa menikmati wisata kota tua semarang ini pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Karena tempatnya yang bercampur dengan masyarakat dan bangunan yang lain.

Namun ada beberapa objek yang mengenakan biaya masuk seperti museum 3D, dan fasilitas wisata lainnya.

Begitu juga, tidak ada jam operasional di tempat ini. Selama masih betah menikmatinya bahkan hingga malam hari, Anda bisa berlama-lama disini.

Tips Wisata

  1. Persiapkan kamera atau smartphone Anda dalam keadaan Full Battery dan space memory card yang lumayang besar untuk menyimpan foto.
  2. Rancanglah obyek-obyek yang ingin Anda kunjungi, karena di kawasan ini memiliki beberapa obyek yang lokasinya agak berjauhan jaraknya.
  3. Persiapkan bekal makanan ringan dan minuman jika Anda ingin lebih berhemat
  4. Waktu paling pas untuk berkunjung adalah pada pagi hari atau sore hari, saat matahari tidak terlalu menyengat sinarnya.

Nah, semoga informasi diatas bisa membantu Anda menentukan pilihan untuk menghabiskan waktu liburan Anda di Semarang ya..


Leave a Comment