Candi Ratu Boko

Menyambangi Yogyakarta, tak lengkap rasanya jika tak berkunjung ke salah satu destinasi wisata sejarah ini, Candi Ratu Boko. Selain arsitektur kunonya, liburan edukasi bisa menjadi alternatif menarik di tempat ini.

Candi Ratu Boko mungkin tidak seterkenal Candi Borobudur atau Prambanan. Namun, destinasi ini menyimpan pemandangan dan bangunan estetis yang tak kalah apik.

Lokasi Candi ini berada di Dusun Dawung, Desa Bokoharjo, Sleman, Yogyakarta. Dan berada di ketinggian 196 meter di atas permukaan laut, Anda akan disajikan pemandangan dan udara yang sejuk.

Peninggalan sejarah kerajaan kuno menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, terdapat mitos unik soal Ratu Boko dan Bandung Bondowoso yang hingga kini cukup dipertanyakan sebagai misteri.

Konon, Ratu Boko merupakan raksasa yang bermukim di istana. Ia digambarkan gemar memakan manusia hingga dibunuh oleh Ksatria Bandung Bondowoso.

Namun tentunya, mitos Candi Ratu Boko ini tak banyak dipercaya lantaran material dasar kapur yang cukup rapuh. Menurut sejumlah peneliti, tak akan mungkin berdiri istana di dalamnya dengan material tersebut karena kapasitasnya.

Sebelum diambil alih pemerintah pada tahun 1950. Kompleks Candi ini sempat dihuni petani hingga akhirnya pindah karena kekurangan air.

Setelah dikelola pemerintah setempat, candi ini dipoles dan dirawat serta kini menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik di sekitar Yogyakarta.

Dan saat ini pengelolaan Candi ini dikelola oleh BUMN yaitu PT. Taman Wisata Candi (TWC), sebagai pemelihara dan pengelola cagar budaya ini. Selain candi ini, Candi Borobudur dan Candi Prambanan juga dalam pengelolaan PT. TWC.

Informasi

AlamatJl. Raya Piyungan – Prambanan KM 2, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta
Jam Buka06.00 – 17.00 WIB
Telp(0274) 496510
MapsKlik Disini
Wisata Ratu Boko
Keraton Ratu Boko
Baca Juga: Menikmati Sunset di Hutan Pinus Mangunan

Sejarah Candi Ratu Boko

Menilik asal usul penemuannya, bangunan Candi Boko punya versi yang beragam. Salah satunya dari buku “Menapak Jejak Kepurbakalaan Ratu Boko” karya Mangar Sari dan Gatut Eko Nurcahyo.

Dalam buku itu menyebut, bila pria berkebangsaan Belanda bernama Van Boekholtz di era 1790 adalah penemu candi pertama kali. Fakta ini kemudian mendorong keyakinan jika Candi Ratu Boko adalah bekas keraton.

Terlebih dengan penamaan bangunan yang terdapat dalam keraton macam kaputren, pendapa hingga paseba. Saat ditemukan, terdapat beberapa porselin dan keramik china.

Hal ini mengindikasikan jika penghuni candi kala itu adalah masyarakat atas. Mengingat, harga keramik china yang fantastis dan tak mungkin dimiliki masyarakat biasa ketika itu.

Penemu lain juga mengacu pada H.J De Graff, pria yang juga dari Belanda sebagai penemu pertama. Pada era abad 17, Ia mendapat kabar mengenai peninggalan bersejarah di Bokoharjo dari orang Eropa berupa reruntuhan keraton.

Penemuan tersebut akhirnya membuat Candi Ratu Boko diberi nama sesuai Raja Mataram, Ratu Boko. Berdasarkan keyakinan jika reruntuhan bangunan merupakan peninggalan milik keraton sang raja

Ratu Boko dipercaya sebagai ayah Roro Jonggrang dalam legenda populer dengan nama yang sama, Roro Jonggrang. Merujuk ke sejarah Mataram Kuno abad delapan rupanya ada cerita unik yang lain.

Ratu Boko tercatat telah digunakan di Dinasti Syailendra, jauh sebelum pendiri Candi Borobudur, Raja Samaratungga dan pendiri Prambanan, Rakai Pikatan.

Otomatis, keturunan yang memakai Ratu Boko ketika itu adalah Rakai Panangkaran. Kisah lain yang juga terkenal adalah jika reruntuhan sudah ada sejak masuknya agama Hindu di Tanah Jawa.

Terlepas dari banyaknya versi sejarah dan perspektif yang berbeda. Cerita tentang Ratu Boko kini terus dijaga keberadaannya sebagai situs warisan berharga.

Prewedding di Candi Ratu Boko
Prewedding di Candi Ratu Boko. @@ridwan_arfani

Wisata Candi Ratu Boko

Selain menyajikan panorama indah dengan desain bangunan klasik. Wisata Ratu Boko menyimpan banyak benda purbakala berharga yang bisa dilihat.

Situs purbakala ini juga dipercaya sebagai pemukiman terbesar di Pulau Jawa, terkhusus Jawa Tengah. Berada di lahan seluas 250.000 meter persegi dengan ketinggian lebih dari 200 m.

Gerbang masuk ke candi berada di sisi barat. Ada dua bagian yang akan Anda lalui yakni gerbang luar dan dalam dengan ukuran yang berbeda pula.

Uniknya, desain Komplek Candi Boko punya tiga susun gapura paduraksa sejajar yang apik. Sedangkan dalam candi, terdapat lima gapura serupa.

Terlihat seperti ikon, gapura ini menjadi spot foto menarik dengan kata Panabwara yang terukir. Nama Panabwara dipilih sebagai nama belakang Rakai Panabwara.

Spot foto favorit wisatawan adalah sunset di Candi Boko. Lima pilar yang berderet menghadap sunset menjelang malam adalah gambar terbaik yang bisa Anda ambil.

Melalui sela bangunan, matahari dan langit jingga akan terlihat sangat menawan. Manfaatkan momen ini dengan foto atau sekadar melihat pergantian cahaya.

Jika tak memungkinkan melihat sunset, berkunjung di pagi hari saat matahari sunrise bisa menjadi waktu yang tepat. Udara sejuk dan semilir angin akan memberi momentum menyenangkan.

Objek lain yang bisa Anda kunjungi adalah candi batu kapur atau batu putih di bagian timur kawasan. Penamaannya didasari oleh batu kapur sebagai pondasi utamanya.

Sayangnya, salah satu bagian atas candi sudah lapuk dan habis. Hal ini, lantaran material kayu sebelumnya yang mudah hancur.

Jika ingin melihat objek berbeda, cobalah mendatangi Sumur Suci dan Candi Pembakaran yang berada di sekitar kawasan wisata dekat Ratu Boko. Candi yang terletak depan gerbang ini unik karena berbahan batu andesit.

Sementara sumur suci, kerap digunakan pada acara keagamaan di daerah tersebut. Sumur ini memiliki kedalaman hingga dua meter bahkan di musim kemarau.

Sunset
Sunset Ratu boko

Harga Tiket Masuk

Untuk bisa menikmati wisata di Candi ini cukup terjangkau. Anda hanya perlu membayar Rp 40.000 per orang untuk wisatawan domestik.

Sedangkan bagi wisatawan asing dikenai biaya 25 USD atau sekitar Rp 339.000. Untuk parkir, cukup sediakan tarif Rp 10.000/mobil dan Rp 3.000/motor.

Jangan khawatir soal waktu kunjungan, karena jam buka dari pukul 06.00 hingga 17.00 setiap harinya. Anda, tentu bisa memilih ingin menikmati matahari terbit atau terbenam.

Untuk rute detail menuju candi, bisa mengakses alamat melalui Jl Laksda Adisutjipto dan Jl Raya Solo, menuju arah timur. Melalui persimpangan Pasar Prambanan ambil arah ke selatan dan lewati Jalan Prambanan-Piyungan.

Terus sejauh 3 km dari persimpangan hingga melihat petunjuk jalan ke candi. Jarak dari pusat kota Yogyakarta ke objek wisata membutuhkan waktu kurang lebih 35 menit.

Jarak tempuh yakni 16 km dengan kendaraan bermotor. Jika ingin mengunjungi banyak objek, tak ada salahnya Anda menginap di salah satu penginapan yang tersedia di sekitar lokasi.

Gambar Candi Boko
Gambar Candi Boko

Fasilitas di Candi Ratu Boko

Sebagai salah satu destinasi favorit warga Yogyakarta dan sekitarnya. Pemerintah setempat telah menyediakan fasilitas kunjungan yang cukup memadai.

Sebut saja mushola, papan informasi sebagai petunjuk, toko souvenir bagi turis, gazebo untuk sarana istirahat atau berkumpul, parkir yang cukup luas serta toilet yang nyaman.

Menjelajahi kompleks keraton candi ini tak bisa sebentar, Anda mungkin akan terhipnotis dengan gaya arsitektur dari setiap benda peninggalan, atau pemandangannya.

Jadi, pastikan untuk menggunakan alas kaki yang nyaman dan ringan. Perihal makanan, kawasan ini tersedia puluhan restoran hingga warung makan sederhana yang patut Anda coba.

Jadi, pastikan untuk memasukkan Wisata Candi ini dalam daftar perjalanan Anda saat akan mengunjungi Yogyakarta.

Leave a Comment